Bullying, Sekolah Harus Beri Sanksi!

Tindakan kekerasan dan pelecehan dalam dunia pendidikan, disadari atau tidak, ibarat menanam bom waktu yang dapat meledak kapan saja.

Generasi muda yang terbiasa dengan kekerasan dan tindakan pelecehan akan tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang memandang segala sesuatu dari sudut pandang kekerasan pula. Maka, bukan hal yang mustahil kalau mereka akan menerapkan kekerasan dalam perilaku keseharian, terutama ketika menyelesaikan masalah.

Inilah yang akhir-akhir ini terjadi dalam dunia pendidikan di Indonesia. Tidak hanya pada kegiatan MOS dan OSPEK, dalam aktivitas belajar mengajar yang dilakukan oleh guru dan dosen pun harus menjadi perhatian.

Berangkat dari isu ini, KapanLagi.com® dan Indosat IM3 School Hero “Sekalee Beraksi, Bebas Bully”, hadir untuk menggalakkan penolakan akan adanya tindakan bully di sekolah.

Kali ini giliran SMA Labschool Rawamangun menyatukan suaranya dan menentang bullying. Sekolah ini sekaligus menjadi penutup dalam rangkaian KapanLagi.com® Goes to School kali ini.

Acara dimulai pada pukul 10:00 WIB di Auditorium lantai 3 SMA Labschool, Rawamangun. Seperti sebelumnya, siswa-siswi bisa menikmati workshop yang bersifat edukatif, interaktif, games seru, dan hiburan secara cuma-cuma. Acara ini juga masih menggaet Dimas Anggara yang sangat terbuka untuk berbicara dan berbagi mengenai issue ini.

Pada kenyataannya, praktik bullying ini dapat dilakukan oleh siapa saja, baik oleh teman sekelas, kakak kelas ke adik kelas, bahkan guru terhadap muridnya. Terlepas dari alasan apa yang melatarbelakangi tindakan tersebut dilakukan, tetap saja praktik bullying tidak bisa dibenarkan, terlebih lagi apabila terjadi di lingkungan sekolah. Dan pihak sekolah pun harus memberikan sanksi tegas!

“Bila ada tindakan kekerasan terjadi di sekolah, harus langsung ceritain ke guru. Atau kalo kamu mengalami tindakan ini, segera memberikan bukti visum kepada pihak sekolah dan biarkan sekolah yang menindaklanjuti. Kalo memang tindakan itu enggak ditimpali dengan adanya sanksi, berarti sekolah itu enggak bener! Lebih baik bebas dari bully deh,” tegas Dimas Anggara saat itu.

Di sela sesi tanya jawab, Dimas mengakui bahwa sosoknya sebagai aktor dan pernah berperan menjadi tokoh yang antagonis, tidak lepas mendapat cibiran publik. Namun ini semua adalah risiko yang harus diterima.

“Itu semua adalah risiko yang harus saya terima. Segala sesuatu pasti kan ada pro dan kontra. Setiap di belakang kita pasti ada pro dan kontra. Jadi ya semua itu adalah risiko kalo saya dapat cibiran karena saya berperan menjadi orang yang mem-bully. Karena semua ini adalah tuntutan skenario,” tambahnya.

Meski cowok bermata cokelat ini pernah mengalami tindak kekerasan ketika sekolah, bukan berarti berujung pada perasaan dendam. Karena bullying itu enggak penting, dan kekompakan itu kunci dari terhindarkan tindakan kekerasan ini. Dimas bersama teman-temannya yang tergabung dalam band Barris, unjuk gigi memberikan penampilan yang luar biasa untuk siswa-siswi SMA Labschool.

Maraknya tayangan-tayangan kekerasan dalam dunia pendidikan, khususnya yang dilakukan oleh guru terhadap siswanya ataupun oleh siswa terhadap temannya, seharusnya mampu membuka atau menggugah hati kita sebagai seorang pendidik.

Tidak tertutup kemungkinan praktik bullying tersebut terjadi pula di lingkungan sekolah kita masing-masing. Yang terpenting, untuk menanggulangi munculnya praktik bullying di sekolah adalah ketegasan sekolah dalam menerapkan peraturan dan sanksi kepada segenap warga sekolah, termasuk di dalamnya guru, karyawan, dan siswa itu sendiri.

Kita semua berharap kisah-kisah suram kekerasan oleh pendidik dan orang tua secara umum tidak terjadi lagi. Pendidikan dengan kekerasan hanya akan melahirkan trauma yang berujung pada pembalasan dendam. Dan kita semua pasti tidak menghendaki hal demikian terus berlanjut tanpa berkeputusan, kemudian melahirkan generasi-generasi penuh kekerasan.

Bookmark and Share

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

Giliran STIKOM Inter

Event KapanLagi.com® Go To Campus, hari ini memasuki seri terakhirnya, ...

KLGC Kunjungi STIKOM

Kegiatan KapanLagi.com® Goes to Campus masih terus berlangsung, dan kali ...

Shireen Sungkar dan

Setelah merampungkan kegiatan workshop tentang news presenternya di Universitas Paramadina ...

KLGC Universitas Ind

Rangkaian event KapanLagi.com® Goes to Campus memasuki minggu kedua. Setelah ...

Paramadina Ends. Nex

Selasa (8/11), KapanLagi.com® Goes to Campus menyambangi kampus Universitas Paramadina ...

Transformasi KapanLa

Satu DEKADE sudah KapanLagi.com menapak di dunia maya. Bertarung bersama ...

KapanLagi Goes To Cl

  Kapanlagi Goes to Club kembali lagi membuat malam anda tidak ...

KapanLagi.com® Goes

  Got an extraordinary Saturday Night? CLIQUE! Production (Indira Kreasindo Group) ...

Serunya FUNTASCLIQUE

Pekan lalu (7/11) CLIQUE! Production bekerjasama dengan Kapanlagi Goes To ...

Bullying, Sekolah Ha

Tindakan kekerasan dan pelecehan dalam dunia pendidikan, disadari atau tidak, ...

Twitter updates

No public Twitter messages.